Wednesday, January 5, 2011

Aku & Dia

Aku merinduimu temanku..sahabatku...
Kapankah lagi kita bisa bersama semula seperti dahulu..
Ku rindukan saat kita bersama
Saat menempuh suka duka perjalanan kehidupan remaja

Ku akui kini perpisahan yang menduga kita
Yang tidak mungkin dapat ku ubah lagi
Kerana semua itu hanya takdir dan ketentuan Ilahi
Namun jangan wahai temanku
Jangan kau merasakan bahawa perpisahan ini memisahkan kita..
Hati kita kan sentiasa bertaut dan tertaut walau di mana kita berada...

Hayatilah lagu yang ku tujukan untukmu temanku...


video

Sunday, December 5, 2010

Hakikat Seorang Wanita

Insan Bernama Wanita

1. Wanita tidak diciptakan untuk dikagumi oleh semua lelaki tetapi sebagai sumber seorang suami.
2. Seorang wanita menghadapi kesulitan apabila dia berada di antara lelaki yang dicintainya dan yang mencintainya.
3. Kecantikkan wanita terletak kepada sejauhmana dia mampu menjaga malunya.
4. Kecantikkan wanita tiada nilainya jika dibandingkan dengan kemuliaan akhlak dan perilakunya.
5. Wanita sangat berlebihan dalam menyintai dan membenci serta tidak mengenal antara duanya.
6. Kebijaksanaan wanita terletak di dalam hatinya.
7. Tidak ada wanita yang cantik, yang ada hanyalah lelaki yang sangat lemah apabila berhadapan dengan kecantikan.

Wanita Solehah

1. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang lelaki soleh.
2. Seorang wanita jahat adalah amat buruk daripada 1000 orang lelaki jahat.
3. Dua rakaat solat dari wanita hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita tidak hamil.

Wanita dan Isteri

1. Wanita yang memberikan susunya sendiri kerpada anaknya akan mendapat pahala daripada setiap titis susunya.
2. Apabila suami pulang ke rumah dalam keadaan letih dan isteri layan dengan baik, akan mendapat ganjaran pahala jihad.
3. Seorang wanita @ isteri yang tidur malamnya tidak lena kerana menjaga anaknya akan mendapat ganjaran pahala membebaskan 20 orang hamba.
4. Isteri dan suami yang masing-masingnya melihat dengan penuh kasih sayang, Allah akan pandang dengan teguh rahmatNya.
5. Wabita yang merelakan suaminya keluar ke jalan Allah dan kemudian menjaga rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya dan jadi ketua kepada 7000 malaikat dan bidadari. Wanita itu akan dimandikan di dalam syurga lalu menunggu suaminya yang menaiki kuda yang diperbuat daripada permata Yaqut.
6. Wanita yang tidur malamnya tidak cukup kerana menjaga anaknya yang sakit akan diampuni oleh Allah seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah akan memberinya pahala 12 tahun beribadah.
7. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 orang wanita iaitu, ibu, isteri, ana dan saudara perempuan, manakala seorang wanita akan dipertanggungjawabkan ke atas 4 orang lelaki iaitu, suaminya, bapanya, anaknya, dan saudara lelakinya.

~Wallahu'alam~

Saturday, December 4, 2010

Kasih Kekasih

Tak perlu aku ragui
Sucinya cinta yang kau beri
Kita saling kasih mengasihi
Dengan setulus hati

Ayah ibu merestui
Menyarung cincin di jari
Dengan rahmat dari Ilahi
Cinta kita pun bersemi

Sebelum diijabkabulkan
Syariat tetap membataskan
Pelajari ilmu rumahtangga
Agar kita lebih bersedia
Menuju hari yang bahgia

Kau tahu ku merinduimu
Ku tahu kau menyintaiku... oh kasih
Bersabarlah sayang
Saat indah kan menjelma jua

Kita akan disatukan
Dengan ikatan pernikahan... oh kasih
Di sana kita bina
Tugu cinta mahligai bahgia

Semoga cinta kita
Di dalam redha Ilahi
Berdoalah selalu
Moga jodoh berpanjangan

artis : In Team


Sunday, April 4, 2010

Munajat Hamba

Ya Allah...
Ku merindui kasih sayang Mu
Hangat pelukan tarbiyah Mu
Sejuk hembusan hidayah Mu

Ya Allah..
Bantulah hambaMu
Meniti mehnah dunia ini
Demi sebuah perjuangan
Demi sebuah munajat...

Munajat seorang hamba kepada Tuhannya....

BilA tanGan TerTadaH, Hatiku TeruS BermunajaT


  1. Tuhanku, akulah yang fakir dalam kekayaanku. Lalu bagaiamana aku tidak fakir dalam kefakiranku?
  2. Tuhanku, akulah yang jahil dalam ilmuku. Lalu bagaimana aku tidak jahil dalam kejahilanku?
  3. Tuhanku, sesungguhnya perubahan-perubahan aturan-Mu dan cepat tibanya takdir-Mu, telah menahan hamba-hamba yang arif untuk tenang kepada pemberian dan putus asa daripada-Mu selama dalam ujian.
  4. Tuhanku, dari diriku berasal sesuatu yang memang sesuai dengan kehinaanku, sedangkan dari diri-Mu berasal dari sesuatu yang memang sesuai dengan kemulian-Mu.
  5. Tuhanku, Engkau telah menyifati diri-Mu dengan belas dan kasih terhadapku sejak sebelum adanya kelemahanku. Apakah engkau akan menolakku dari kedua sifat-Mu itu setelah adanya kelemahanku?
  6. Tuhanku, kalaulah muncul kebaikan dari diriku, itu karena anugerah-Mu dan adalah hak-Mu untuk memberkatiku. Dan kalau muncul keburukan dari diriku, itu karena keadilan-Mu, dan adalah hak-Mu untuk menuntutku.
  7. Tuhanku, bagaimana mungkin Engkau menbiarkanku mengurusi diriku padahal Engkau telah menjaminku? Bagaimana mungkin aku dilalimi sementara Engkau menjadi penolongku? Atau bagaimana bisa aku kecewa sementara Engkau selalu menghiburku? Inilah aku, sedang mendekatkan diri kepada-Mu. Bagaimana bisa aku mendekatkan diri lewat sesuatu yang tak mungkin sampai kepada-Mu? Bagaimana bisa aku mengeluhkan keadaan sementara Engkau mengetahuinya, Atau bagaimana bisa aku nyatakan (keadaanku) kepada-Mu lewat kata-kata sementara kata-kata berasal dari-Mu lewat kata-kata sementara kata-kata berasal dari-Mu dan akan kembali pada-Mu? Atau bagaimana mungkin hancur harapanku padahal telah sampai Pada-Mu? Atau, bagaimana bisa keadaan tidak menjadi baik sedangkan ia berasal dari-Mu dan kembali pada-Mu?
  8. Tuhanku, betapa Engkau sangat mengasihiku padahal aku begitu dungu. Dan betapa Engkau sangat menyayangiku padahal demikian jelek perbuatanku.
  9. Tuhanku, alangkah dekatnya Engkau kepadaku. Maka apa gerangan yang menghijabku dari-Mu?
  10. Tuhanku, betapa kasihnya Engkau kepadaku. Maka apa gerangan yang menghijabku dari-Mu?
  11. Tuhanku, aku telah mengerti, melalui perubahan keadaan dan pergantian masa, bahwa tujuan-Mu adalah memperkenalkan kekuasaan-Mu kepadaku, dalam segala keadaan dan masa, sehingga aku tidak melupakan-Mu dalam segala.
  12. Tuhanku, tiap kali dosa-dosaku membuatku bisu, kemurahan-Mu membuatku bisa bicara. Dan tiap kali sifat-sifatku membuatku putus asa, karunia-Mu membuatku kembali bisa berharap.
  13. Tuhanku, siapa yang kebaikannya menjadi keburukan, bagaimanan keburukannya tidak menjadi dosa? Dan siapa yang kebenarannya sekedar pengakuan (klaim), bagaimana pengakuannya tidak menjadi kepalsuan?
  14. Tuhanku, hukum putusan-Mu yang pasti terlaksana dan kehendak-Mu yang memaksa, keduanya tidak memberi kesempatan bagi orang yang pandai untuk berkata-kata, ataupun bagi orang yang sakti untuk unjuk kesaktian.
  15. Tuhanku, berapa banyak ketaatan (ritual) yang telah kulakukan dan keadaan (spiritual) yang telah kuperbaiki tiba-tiba harapanku kepadanya digagalkan oleh keadilan-Mu, namun aku telah dibebaskan oleh karunia-Mu dari sikap menggantungkan nasib kepada amal-amal (lahir batin) itu.
  16. Tuhanku, Engkau mengetahui bahwa meskipun ketaatan tidak terus menerus kepraktikkan, namun tetap lestari cinta dan niatku untuk melakukan ketaatan.
  17. Tuhanku, bagaimana aku akan bertekad sementara Engkau-lah yang menentukan? Tapi bagaimana aku takkan bertekad sementara Engkau-lah Yang Memberi perintah?
  18. Tuhanku, hilir – mudikku di alam benda membuat jauh perjalanan, karenaitu dekatkanlah aku kepada-Mu dengan suatu pengabdian yang dapat segera menyampaikan kepada-Mu!
  19. Tuhanku, bagaimana akan dijadikan petunjuk atas-Mu sesuatu yang keberadaannya sendiri tergantung kepada-Mu? Adakah sesuatu selain-Mu yang tampak sehingga ia bisa menjadi petunjuk atas-Mu? Kapankah kirannya Engkau tersembunyi sehingga dibutuhkan petunjuk yang menerangkan keberadaan-Mu? Kapankah Kiranya Engkau jauh sehingga diperlukan sesuatu yang bisa mengantarkan kepada-Mu?
  20. Tuhanku, sungguh telah buta mata yang mampu melihat-Mu sebagai pengawasnya. Dan sungguh rugi transaksi manusia yang tidak menjadikan cinta pada-Mu sebagai bagian darinya.
  21. Tuhanku, Engkau telah memerintahkan aku untuk kembali kea lam ini, maka kembalikanlah aku kepadanya dengan diliputi selubung cahaya dan petunjuk mata batin, sehingga aku bisa kembali kepada-Mu dari ala mini seperti saat aku masuk kedalamnya, terpelihara relung hatiku dari memerhatikannya, dan enggan hatiku untuk bersandar kepadanya! Sungguh Engkau berkuasa atas segala sesuatu.
  22. Tuhanku, inilah kehinaanku yang nyata dihadapan-Mu. Inilah keadaan yang tidak tersembunyi dari-Mu. Kepada-Mu aku mohon agar bisa sampai, serta kepada-Mu pula aku meminta ditunjukkan jalan-Mu. Tuntunlah aku menuju keharibaan-Mu lewat cahaya-Mu! Dan tempatkan aku di hadapan –Mu lewat pengabdian yang tulus!
  23. Tuhanku, ajarkanlah padaku ilmu-Mu yang tersembunyi! Lindungilah aku lewat rahasia nama-Mu yang terpelihara!
  24. Tuhanku, berilah aku taraf hakikat orang-orang yang dekat (kepada-Mu)! Tuntutlah aku di jalan orang-orang yang terpikat (Kepada-Mu)!
  25. Tuhanku, puaskanlah aku dengan aturan-Mu daripada dengan aturanku sendiri, dan dengan pilihan-Mu daripada dengan pilihanku sendiri! Dan duduklah aku di tempat-tempat kebutuhan mendesakku.
  26. Tuhanku, keluarkanlah aku dari hinanya diriku! Bersihkanlah aku dari keraguan dan syirik sebelum masuk ke liang kuburku! Kepada-Mu aku memohon pertolongan, maka tolonglah aku! Kepada-Mu aku bertawakal, maka jangan biarkan aku! Kepada-Mu aku meminta, maka jangan kecewakan aku! Kepada-Mu aku berharap, maka jangan tolak aku. Kepada diri-Mu aku mendekat, maka jangan jauhkan aku! Dan, di pintu-Mu aku berdiri , maka jangan usir aku!
  27. Tuhanku, Mahasuci Keridaan-Mu dari tergantung pada suatu sebab dari-Mu, maka bagaimana mungkin tergantung pada suatu sebab dariku? Maka cukup Zat-Mu dari membutuhkan suatu kemanfaatan dari-Mu, maka bagaimana mungkin membutuhkan susuatu dariku?
  28. Tuhanku, sungguh ketentuan dan ketetapan-Mu telah menguasai aku. Dan sungguh hasrat terhadap ikatan syahwat telah menahanku. Karena itu, jadilah Engkau penolongku sehingga Engkau menolonku dan menolong orang lain melalui aku! Dan katakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku puas dengan-Mu suapaya tidak lagi meminta-minta! Engkaulah yang menbuat bersinar cahaya kalbu para wali-Mu sehingga mereka mengenal dan mengesakan-Mu. Engkaulah yang menghilangkan debu dunia dari kalbu para kekasih-Mu sehingga mereka mendapat cinta dan bersandar hanya kepada-Mu. Engkaulah yang mententramkan hati mereka ketika dunia membuat mereka jemu. Engkaulah yang memberi petunjuk mereka sehingga teranglah semua rambu yang ada. Adakah yang tersisa bagi mereka yang kehilangan-Mu? Dan adakah yang hilang bagi mereka yang menemukan-Mu? Sungguh malang orang yang ruda dengan selain-Mu. Sungguh rugi orang yang ingin berpindah dari-Mu.
  29. Tuhanku, bagaimana mungkin zat selain-Mu diharapkan, sementara Engkau tanpa henti memberi kebaikan? Dan bagaimana mungkin ada selain-Mu yang diminta, sementara Engkau senantiasa member I anugerah. Wahai zat yang mencicipkan manisnya munajat kepada para kekasih-Nya sehingga mereka bersimpuh mesra di hadapan-Nya! Wahai zat yang memakaikan baju keagungan kepada para wali-Nya sehingga mereka merasa bangga dengan kemuliaan-Nya! Engkaulah Zat yang ingat sebelum orang-orang ingat (berzikir). Engkaulah Zat yang mulai berbuat baik sebelum orang-orang mengabdi. Engkaulah Zat yang dermawan sebelum orang-orang meminta. Engkaulah Zat Maha Pemberi. Kemudian apa yang telah Engkau berikan, Engkau pinjam (untuk dibayar berlipat ganda).
  30. Tuhanku, dekatkanlah aku dengan rahmat-Mu agar bisa sampai kepada-Mu! Dan tariklah aku dengan karunia-Mu agar bisa menghadap kepada-Mu!
  31. Tuhanku, harapanku pada-Mu takkan putus meskipun aku melakukan maksiat pada-Mu, sebagaimana kecemasanku takkan sirna walaupun aku telah mentaati-Mu.
  32. Tuhanku, alam ini telah menyeretku untuk menghadap kepada-Mu, sementara pengetahuanku tenta ng kemurahan-Mu telah memberhentikan aku untuk berdiri di depan pintu-Mu.
  33. Tuhanku, bagaimana aku akan kecewa sedangkan Engkau-lah harapanku? Bagaimana aku akan terhina sedangkan Engkau-lah sandaranku?
  34. Tuhanku, bagaimana aku merasa mulia padahal dalam kehinaan Engkau campakkan aku? Bagaimana aku merasa mulia padahal kepada-Mu Engkau nisbahkan diriku? Bagaimana aku tidak fakir sementara Engkau-lah yang menempatkan aku dalam kefakiran? Tapi bagaimana aku fakir sementara Engkaulah yang tiada sesembahan dengan kemurahan-Mu? Engkaulah yang tiada sesembahan selain-Mu. Engkau telah memperkenalkan diri pada tiap sesuatu sehingga tiada yang tidak mengenal-Mu. Engkau-lah yang telah memperkanalkan diri padaku dalam segala sesuatu. Karena itu, aku saksikan diri-Mu ta,pak dalam segala sesuatu. Wahai Zat yang bersemayam di atas arasy dengan Rahman-Nya, sehingga arasy itupun lenyap dalam naungan Rahman-Nya, sebagaimana dunia ini lenyap dalam arasy-Nya! Engkau melenyapkan alam dengan alam, dan yang lain dengan kepungan cahaya. Wahai yang tersembunyi di balik pagar kemulian-Nya, tak tercapai oleh pandangan! Wahai yang menjelma dalam kesempurnaan keindahan-Nya sehingga nyatalah bukti kebesaran-Nya! Bagaimana Engkau tersembunyi padahal Engkau-Lah Yang Maha Tampak? Bagaimana Engkau gaip padahal Engkau-lah Pengawas Yang Maha Hadir? Allah pemberi taufik, dan kepada-Nya aku memohon pertolongan.

MuNajaT SeoRanG HamBa


Dikala malam sunyi sepi
Bani insan tenggelam dalam mimpi
Musafir yang malang ini pergi membasuh diri
Untuk mengadap Mu oh Tuhan

Lemah lutut ku berdiri
Di hadapan Mu tangisanku keharuan
Hamba yang lemah serta hina
Engkau terima jua mendekati
Bersimpuh dibawah duli kebesaran-Mu

Tuhan hamba belum pasti
Bagaimana penerimaan Mu
Dikala mendengar pengaduanku
Ku yakin Kau tak mungkiri
Dalam wahyu yang Kau nuzulkan
Kau berjanji menerima pengaduanku

Dan Kau berjanji sudi mengampunkan ku
Dari segala dosa yang ku lakukan

Ampunan Mu Tuhan
Lebih besar dari kesalahan insan
Hamba yakin pada keampunanmu tuhan
Bukan tidak redha dengan ujian
Cuma hendak mengadu pada Mu
Tempat hamba kembali nanti di sana

~Nasyid by Hijjaz~

Taubat SeoRang HaMbA

Hati hitam mengenangkan dosa-dosa yg kulakukan
oh Tuhan Maha Kuasa...
terima taubat hamba berdosa

kuakui kelemahan diri
kuinsafi kekurangan ini
kukesali kejahilan ini
terimalah...terimalah...terimalah taubatku ini..

telah aku rasakan derita jiwa dan perasaan
dihamparan ini kumeminta
kerna hilang dari jalan
menuju redha Mu ya Tuhan

dihamparan ini kumeminta
moga taubatku diterima..

~Nasyid by Hafiz Hamidun~

Thursday, April 1, 2010

10 PESANAN IMAM SYAFIE

Sebelum Imam Shafie wafat, beliau sempat berpesan kepada muridnya serta umat islam umumnya. berikut adalah kandungan wasiat tersebut: ” Barangsiapa yg ingin meninggalkan dunia dlm keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan 10 perkara:
  • Hak kpd diri: mengurangkan tidur, mengurangkan makan, percakapan dan berpada-pada dgn rezeki yd ada.

  • Hak kpd malaikat maut: mengqadakan kewajipan2 yg tertinggal,mendapatkan kemaafan dr org yg dzalimi, membuat persediaan utk mati dan merasa cinta kpd ALLAH

  • Hak kpd kubur: membuang tabiat suka mneabur fitnah, tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat tahajjud dan membantu org yg dizalimi.

  • Hak kpd Munkar dan Nakir : tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.

  • Hak kpd mizan(neraca timbangan amalan pada hari kiamat): menahan kemarahan, byk berzikir, mengikhlaskan amaln dan sanggup menahan kesulitan.

  • Hak kpd sirat(titian yg merintangi neraka pada hari kiamat): mmbuang tabiat suka mengumpat, warak, suka membantu orang beriman dan suka berjamaah.

  • Hak kpd Malik(malaikat penjaga neraka): menangis lantaran takutkan ALLAH s.w.t, berbuat baik kpd ibu bapa, bersedekah ketika terang-terangan serta sembunyi dan memperelokkan akhlak.

  • Hak kpd Ridhzuan(malaiakt penjaga syurga): merasa redha kpd qadha’ ALLAH, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat ALLAH dan bertaubat dr melakukan maksiat.

  • Hak kpd Nabi MUhd SAW: berselawat ke atasnya, berpegang dgn syariat, bergantung kpd al sunnah (hadith), menyayangi para sahabat dan bersaing dlm mencari kelebihan dari ALLAH.

  • Hak kpd ALLAH s.w.t: mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.

Tolonglah Wahai Wanita

Wahai para wanita, bantulah dirimu dan umat Islam yang ingin menjaga iman mereka. Janganlah menggoda atau termenggoda (tanpa sengaja) mereka dengan dosa-dosamu dan kecuaianmu terhadap hak Allah SWT. Moga kita semua terselamat.

Nabi Muhammad bersabda :

Ertinya : “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); (2) Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (Riwayat Muslim)


Artikal dari : http://www.zaharuddin.net

Wednesday, March 31, 2010

Yang Abadi...


http://www.youtube.com/watch?v=dlT5si94eNI